Quote Wound Motivation
#6 September 2021
Di waktu yang cukup pagi aku sudah dihantui kebingungan, apakah pergi PL atau malah rebahan. Semalam sebelum aku tertidur atas dasar ketidak setujuanku, atau ketidak setujuan otakku. Mataku dan alam bawah sadarku seketika hilang dan di telan dunia mimpi. Rencananya malam ini kami hendak pergi ke tempat percetakan untuk mencetak tabloid yang sudah lama kami rancang. Disebabkan hujan, membuat aku menunggu mereka di kediaman. Lama aku menunggu sampai hujan tak reda-reda. Terakhir kali aku melihat jam pukul 00.34 ketika terbangun jam nya sudah bertukar menjadi 06.36.
Di tengah kebingunganku untuk pergi PL atau rebahan. Alhamdulillah akhirnya aku memilih untuk pergi PL. Sesampainya di sekolah atau tempat PL, sangat sesuai dengan apa yang aku fikirkan dan khawatirkan. Aku harus duduk melihat cerahnya langit ,menunggu dan melayani siapapun yang datang ke sekolah di meja piket seperti yang aku kerjakan pada hari Jumat kemaren. Ta mau bagaimana, memang ini adalah jadwalku sekarang, berbeda dengan hari Jumat kemaren, aku hanya mengantikan teman yang sedikit berhalangan. Tapi sekarang adalah giliranku sepenuhnya dari pukul 07.30 sampai pukul 12.30.
Ini cukup membosankan, kebetulan sekali hari ini adalah jadwal wali murid mengambil surat pernyataan vaksinasi. Sangat berbeda, kebosanan ku seketika digantikan dengan kesibukan dan kebingungan yang berlimpah-ruah. Tidak ada henti-hentinya aku melayani baik itu siswa maupun walinya yang datang ke sekolah. Mulai pukul 8.00 sampai 12.00. ini cukup membosankan tapi ini memang menjadi bagian dari tugasku dan aku harus menerimanya.
Sesampai di rumah, aku tidak dipersilahkan untuk beristirahat sejenak makan siang, aku langsung di panggil untuk bisa mengantarkan surat keperluan sekretariat organisasi. Yah, mau tidak mau aku harus pergi tanpa makan siang ke tempat lokasi. Sampai akhirnya selesai di sore hari. Sesampainya di kediaman, aku langsung mehyantap makanan dengan nikmat dan tentu dengan kelaparan. Setelah makan sholat magrib, aku dikejutkan dengan sebuah kabar yaitu, "Tadi malam tidak jadi cetak, kita cetak malam ini". Ini adalah kabar yang membuat saya dilematis, entah senang atau bahagia. Di satu sisi aku sangat senang karena cetak belum dilaksanakan dan aku memiliki kesempatan menyaksikannya , di sisi yang lain, dua malam sebelumnya aku sudah begadang dan besoknya aku harus ngajar. Kembali aku di bingubgkan dengan dua pilihan, pergi cetak atau rebahan. Dan Alhamdulillah rebahan masih belum menjadi pilihan. Akupun pergi menyaksikan cetak malam itu walaupun dalam keadaa hujan. Bagus.. Alhamdulillah semoga bisa memberikan manfaat bagi diri dan hati.
#Selamat malam.☺️

Komentar
Posting Komentar