Quote Wound Motivation

#Cerita Hari Ini
#Jumat, 3 September 2021


Seperti biasa, hari-hari aku habiskan di sekolah. Melaksanakan praktek lapangan sebagai tuntutan dalam perkuliahan. Tadi di sekolah aku menghabiskan waktu duduk di meja piket melayani tamu yang datang ke sekolah apapun keperluannya, aku hanya mengarahkannya. Cukup bosan duduk menunggu melihat cerahnya langit dengan sedikit awan, ingin rasanya aku membaca buku tapi di dekatku tidak ada buku, sontak aku teringan dengan novel jejak langkah yang beberapa hari ini sudah aku baca. Tapi sayang sekali novel tersebut hanya ada dalam bentuk digital tidak dalam bentuk buku. Jika ingin membacanya aku harus mengeluarkan gajet sedangkan itu sangat dilarang ketika sedang piket. Aku sempat bingung sesekali melihat daftar hadir di atas meja dan langit yang cerah. Sampai akhirnya aku cukup jengkel dengan kebosanan, hingga akhirnya aku melanggar aturan dengan mengeluarkan handphon dan membaca novel jejak langkah, sampai mataku terkantuk-kantuk. Untuk menghindari kantuk, aku beli lah tiga buah gorengan untuk bisa menutupi rasa kantuk yang mendalam. Hingga akhirnya kantuk pun hilang. Alhamdulillah posisi menjadi piket akan digantikan oleh teman sesuai jadwalnya. Aku pun bergegas pergi ke perpustakaan berharap bisa bebas membaca, tapi sayang sekali, setiap kali aku membuka gajet untuk membaca selalu diganggu oleh chatingan siswa yang mengumpulkan tugas. Sampai akhirnya fikiranku terganggu dan tidak konsentrasi untuk melanjutkan membaca. Aku alihkan lah niatku membaca tadi dengan merekap nilai siswa. Sampai waktu pulang pun tiba. Tiba di rumah aku membaca sepuasnya sampai waktu sholat ashar datang, aku bergegas sholat. Setelah sholat datang panggilan dari teman untuk memenuhi sebuah undangan pernikahan. Bergegaslah aku pergi dengan mengenakan pakaian batik. Awan saat itu terlihat sangat mendung, sangat menandakan hujan akan turun, sayang sekali aku lupa membawa jaket, hingga akhirnya di ujung perjalanan kami diterkam hujan, syukur tidak terlalu kuyup. Sampai di dalam rumah pernikahan, kami di suguhkan makan hingga makanlah aku. Setelah makan dan berfoto ria. Rencananya mau langsung pulang, tapi beberapa dari kami berencana lain untuk pergi makan mie pedas. Kami akhirnya berangkat bersama ke tempat makan mie pedas. Sesampai di sana bercanda, tertawa ria, sampai makanan dan hidangan pun habis. Setelah itulah kami pulang yang sebenarnya. Diperjalanan pulang pukul 20.00 malam kami hampir di terkam hujan yang kedua kalinya. Aku pun meningkatkan kecepatan motor hingga akhirnya selamat dari kehujanan dan sampai ke rumah dengan selamat.


#Selamat Malam.☺️

Komentar