Quote Wound Motivation



 

#Catatan hari ini

#9September2021


Sebelum aku memulai tulisan ini, aku meminta maaf dulu untuk pembaca walaupun tidak ada. Catatan 8September2021 tidak sempat aku tuliskan karena terlupa. Mungkin alasannya bisa kalian temuan di bawah akan aku ceritakan. Sekarang adalah pukul 00.26 , ini menjadi catatan sekarang bukan yang kemaren. Tapi tidak masalah. Aku akan ceritakan di tanggal ini karena baru berganti hari. 


8September2021




Semalam badanku sangat lelah, hingga akhirnya aku bangun kesiangan. Jam sudah menunjukkan pukul 7.00, itupun aku dibangunkan dengan ketukan ointu dari teman yang hendak nebengan ke sekolah. Sebenarnya aku sudah bangun pukul 5.55, tapi kemampuan berfikir ku untuk bangun dan melakukan kegiatan masih belum kuat, sehingga diputuskan otakku untuk tetap tidur. Sampai akhirnya kami pergi ke sekolah, syukur tidak ada masalah, datang ke sekolah juga belum dikatakan telat, masih pukul 7.35. hari ini bukan jadwalku piket, tapi jadwalku ngajar. Seperti bbiasa aku harus mengajar secara online karena wabah yang tidak memungkin untuk tatap muka dengan siswa. Dengan segenap kemampuan aku mengajar dan memberikan pemahaman kepada siswa melalui pesan suara whatsApp. Satu hal yang sangat mengesalkan ku pada satu kelas yang aku ajarkan, tidak satupun dari mereka yang menanggapi apa yang aku sampaikan dalam grup WA tersebut. Tapi tidak masalah, barangkali mereka jenuh mendengar pesan suara dari ku. Okeh, yang penting tugas mereka harus masuk. Seketika jam pulang sudah masuk, sempat terjadi konflik antaran teman pl saty sama lain. Aku mencoba membiasakan keadaan agar masalah tidak terlalu diperhatikan, karena aku berfikir jika kita tidak terlalu memperhatikan konflik ini akan bisa reda dan menghilang sendiri. Tapi teman-teman yang lain tetap bersikeras menanyakan apa yang terjadi, seketika aku langsung menanyakan kepada yang terlibat konflik, yang satu khilaf yang satunya ngga terima dengan oerlakuannya. Yah, benar konflik pun sudah terjadi. Semoga tidak ada apa-apa. Sebentar sebleum pulang aku sampaikan kepada teman-teman yang lain jangan ada yang membicarakan masalah ini lagi, diamkan saja biarkan dia nanti hilang dan menjadi biasa kembali. Aku pun pulang, sampai di rumah rebahan, dan melaksanakan kegiatan pribadi. Sampai pukul 23.00 setelah menyetrika aku pun mencoba membuka lembaran tabloid yang baru tercetak membacanya hingga waktu menunjukkan pukul 00.20.  itulah mengapa aku lupa menceritakan catatan tanggal 8September2021. Terima kasih☺️ 


Lanjutan

9September2021

Hari ini terasa begitu berat. Beratnya bukan masalah pekerjaan dan keberatan beban hidup. Melainkan kekuatan untuk menerima dan memunculkan keikhlasan dalam hati. Bagaimana ya, semua perlakuan yang tidak adil memang susah untuk diterima, apalagi yang merugikan dan melelahkan diri sendiri. Tapi mau bagaimana, dalam situasi seperti itu kami tidak bisa melawan maupun mengelak darnya. Di satu sisi memang benar, kami ditempatkan memang untuk digunakan, tapi digunakan sebagai manusia yang berilmu dan berpendidikan bukan seperti kuli dan babu pekerjaan. Tapi ya, mau tidak mau kami harus menempatkan diri memang sebagai anak bukan lagi sebagai patner untuk memberlangsungkan pendidikan, dengan begitu kami lebih bisa mengikhlaskannya walaupun memang berat. Dengan hati yang ikhlas semoga kami bisa mendapatkan hikmah atas apa yang terjadi hari ini. Tepat pukul 12.35 kami dipersilahkan untuk pulang dan datang lebih awal lagi besok. Sesampai di rumah. Tenyata apa yang aku angankan tadi salah, aku pikir bisa tiduran dan berisitrahat di tempat kediaman tapi tidak. Aku harus pergi ke kampus ingin melakukan pertemuan dengan salah seorang dosen yang berjabatan ketua jurusan. Sesampai di kamous aku berharap bisa langsung bertemu dan menyelesaikannya tetapi anganan ku salha lagi. Sesampai di sana dia tidak ada, dengan begitu terpaksalah kami menunggu. Ya...kurang lebih 2 jam menunggu dia yang diharapkan ada belum muncul, dengan azan ashar dikumandangkan kan aku memutuskan untuk pulang dan melanjutkan besok. Karena setelah ashar aku harus mengantarkan sesuatu ke tempat sekretariat. Aku memutuskan untuk tidak menyerah dalam penantian ku tapi, keadaan memang selalu berubah, seakan memaksa dan menuntutku untuk menyudahi perjuagan menunggu dia hari ini. Setalah mengantarkan sesuatu di sekretariat, aku harus menjemput sesuatu dulu ke toko teknik permesinan. Setelah sholat ashar kamipun berangkat, sesampai di sana, demi apa barang yang kami angkat sungguh berat, tidak memungkinkan untuk dibawa dengan motor. Akhirnya aku putuskan untuk memesan Maxim car, Alhamdulillah berjalan dengan lancar mudah. Sebelum pulang ke kediaman aku memutuskan untuk singgah dulu di tempat teman. Karena terlalu asik di sana, melakukan kegiatan dan berkomunikasi dengan orang-orang yang asik, akhirnya aku putuskan untuk pulang pukul 23.14. Alhamdulillah sekarang sudah sampai di kediaman. Dan aku bisa rebahan dan beristirahat dengan beban besok harus bisa menemui si dosen.


#selamat malam☺️

Komentar