Bahasa Asing Ancam Bahasa Indonesia Baku
Bahasa Indonesia merupakan salah satu bentuk identitas kebanggaan negara Indonesia. Mengapa demikian, karena negara Indonesia mampu menciptakan bahasa miliknya sendiri tanpa mencomplak atau mencontoh bahasa negara lain. Seperti contohnya negara-negara yang mencomplak atau mencontoh bahasa negara lain yaitu diantaranya negara Singapur, Kanada, Sundan, Ughana, Kamerun, Irlandia, Trinidad dan masih banyak lagi. Jika alasannya karena dijajah negara lain akibatnya bahasa yang digunakan bahasa negara lain, negara Indonesia juga dijajah oleh negara lain malahan lebih sering. Akan tetapi, negara Indonesia tetap teguh pendirian akan bahasa sendiri yaitu bahasa Indonesia. Dengan demikian, seharusnya masyarakat Indonesia bangga akan adanya bahasa negara sendiri yaitu bahasa Indonesia. Sebagaimana tentunya bentuk kebanggaan masyarakat Indonesia yaitu dengan mengembangkan dan mencintai bahasa Indonesia dengan menggunakannya secara baik dan benar. Akan tetapi hal demikian sulit untuk dilakukan oleh penutur bahasa Indonesia itu sendiri yakni warga negara Indonesia pada era saat sekarang ini. Bukanya menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia malahan merusak kebakuan bahasa Indonesia yaitu dengan mencampur adukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing dan bahasa daerah. Sebagaiman pembakuan bahasa Indonesia merupakan wujud nyata pengembangan bahasa Indonesia itu sendiri. Seharusnya penutur bahasa Indonesia yakni warga negara Indonesia mampu menjaga dan mengembangkannya dengan baik. Tidak hanya bahasa asing ancaman bagi bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa gaul yang digunakan oleh remaja saat sekarang ini.
Perlakuan negatif penutur bahasa Indonesia yang mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing khususnya bahasa Inggris sangat memprinhatinkan. Sebagaimana salah satu bukti yang memperkuat pernyataan diatas diungkapkan dalam Ermanto, Emidar (2018: 20) “Masuknya kosakata asing terutama kosakata bahasa Inggris ke dalam bentuk komunikasi bahasa Indonesia telah mengakibatkan bercampurnya kosakata bahasa Indonesia yang digunakan oleh penuturnya. Beberapa gejala yang terlihat adalah sales, power, di-on-kan,good,goverment, credit card, service customer, remote control, cover, dan lain-lain. Dari contoh tersebut dapat dimungkinkan bahwa gejala yang dimiliki akan merusak perkembangan masa depan bahasa Indonesia jika tidak dikendalikan secara baik”. Hal ini bukanlah masalah sepela yang dapat disepelekan. Ini adalah salah satu bukti bahwa rusaknya ketata bahasaan bahasa Indonesia. Jika bukan kita yang menolak ancaman ini siapa lagi.
Melihat perkembangan teknologi yang di buat oleh orang barat. Selalu memaksa penutur bahasa Indonesia untuk mengerti dengan bahasa asing yang disajikan dalam teknologi tersebut. Akibatnya penutur bahasa Indonesia yakni warga negara Indonesia lebih meminati dan menyukai bahasa asing daripada bahasa Indonesia yakni bahasa negaranya sendiri. Hal tersebut sangat berdampak buruk bagi keberadaan bahasa Indonesia. Boleh-boleh saja untuk menguasai bahasa asing dengan tujuan untuk mempersiapkan diri dengan kemajuan teknologi. Akan tetapi jika hal tersebut sudah mengancam jati diri bangsa itulah hal yang patut di khawatirkan. Banyak anak-anak terutama di kota besar lebih menguasai bahasa asing terutama bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Mereka lebih mnyukai bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia hanya karena tuntutan zaman.
Melihat dan menimbang pengaruh teknologi membuat masyarakat Indonesia lebih cendrung kepada hal-hal yang bersifat internet dan instan. Sebagaimana terjadi di generasi kita di Indonesia, anak muda sekarang lebih suka buka sosial media daripada membaca buku, belajar dan lain sebagainya yang dikenal dengan istilah generasi milenial. Generasi milenial adalah masa adanya peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi,media dan teknologi digital seperti sekarang ini. Generasi yang hidup di era milenial ini memiliki karakter yang khas. Sejak di bangku sekolah mereka sudah akrab dengan yang namannya internet. Akibat keakrabannya tersebut membuat mereka lebih kreatif dalam memunculkan kosakata-kosakata baru. Sebagaimana kenyataan sekarang ini banyaknya anak-anak muda atau generasi milenial yang menggunakan bahasa gaul seperti contohnya “aassiapp” untuk mengganti kata “siap”; “gue”untuk mengganti kata “saya” ; “loe” dan “cuk” untuk menganti kata “kamu” ; “santuy” untuk menganti kata “santai” ; “ zeyenk” untuk menganti kata “sayang” dan partikel-partikel seperti “sih” dan “dong” serta masih bnyak lagi istilah-istilah yang sebelumnya tidak terkenal atau tidak tertuliskan oleh penulis. Tentunya ini sangat mengancam kebakuan bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia merupakan lambang identitas nasional negara Indonesia. Tentunya sesuatu yang sudah menjadi lambang negara wajib dijaga dan dipertahankan oleh warga negaranya. Sebagaimana ancaman-ancaman yang dipaparkan penulis di atas terhadap bahasa Indonesia sangat mengancam eksistensi bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional negara Indonesia. Tentunya ini adalah hal yang perlu kita perhatikan, kita harus berusaha mencegah dan menolak ancaman ini dengan melakukan tindakan nyata. Seperti contohnya tindakan yang dapat kita lakukan yaitu : (1) hendaknya kita sebagai warga negara Indonesia yang terdidik dan berpendidikan harus mempelajari dan memahami terlebih dahulu tentang materi bahasa Indonesia itu sendiri. Tidak hanya mempelajarinya tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari; (2) setelah kita memahami dan mengaplikasikannya, kita bisa menyadarkan orang-orang terdekat kita terlebih dahulu untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar seperti contohnya teman, sahabat, keluarga, dan kerabat; (3) setelah itu, kita bisa melakukan tindakan dengan cara membuat tulisan seperti essai, artikel, jurnal, dan lain sebagainnya; (4) selanjutnya, kita bisa melakukan penyuluhan terhadap masyarakat atau sekolah-sekolah tentang materi bahasa Indonesia dan motivasi-motivasi untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Tentunya ini membutuhkan tindakan dan usaha yang serius dari kita yang sadar akan rusaknya bahasa Indonesia ini.
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang di anut dan dituturkan oleh bangsa Indonesia yakninya warga negara Indonesia. Tentunya bahasa Indonesia harus menjadi prioritas utama warga negara Indonesia dalam berbahasa. Warga negara yang baik adalah warga negara yang sadar akan fungsi dan kedudukan sebagai warga negara. Tentunya dia akan merealisasi apa yang menjadi lambang dan identitas negaranya. Untuk itu, jadilah warga negara yang baik untuk kemajuan negara dan bangsa yang sudah dibangun oleh para pahlawan dengan segala pengorbanannya. Jadilah warga negara yang menyukai dan mencintai apa yang menjadi identitas negara.
Komentar
Posting Komentar